Kisah dari sebuah kelas di SMP Vidatra Bontang,Kaltim

ANGKATAN 40 Vidatra

Minggu, 26 November 2017

Tugas Prakarya - Farah Tasya Nabila

Farah Tasya Nabila 9F
Batik merupakan warisan budaya khas Indonesia. Namun, seluruh orang di dunia ini mungkin juga tidak asing dengan kata 'batik'. Bagaimana tidak? Batik telah ditetapkan sebagai 'warisan kebudayaan untuk budaya lisan dan nonbedawi' oleh UNESCO sejak tahun 2009. Entah itu kain atau bajunya, batik selalu laris di pasar internasional. Bahkan, ada orang asing yang rela datang ke Indonesia untuk membeli satu meter kain batik, dan memakainya dengan bangga. Lalu, apa kita, sebagai warga Indonesia sudah bangga dengan ciri khas kita satu ini?
Nah, untuk merealisasikan kebanggaan saya terhadap batik, saya juga mencoba membuat batik. Batik di atas merupakan motif batik dari Kalimantan Timur. Sebenarnya, motif batik Kalimantan Timur tidak sulit dikenali. Ciri utamanya ada pada garis-garis melengkung yang menjuntai ke segala arah, serta motif yang tidak lepas dari bunga atau binatang. Batik Kalimantan Timur juga biasanya berwarna terang. Warna-warna yang mengandung unsur semangat seperti merah, kuning, dan oranye paling sering digunakan dalam pembuatan batik Kalimantan Timur. Namun warna-warna seperti hitam, hijau, biru, dan coklat juga cukup banyak digunakan. Masalah warna, itu hak si pembatik. Biasanya seorang pembatik memiliki alasannya tersendiri mengapa ia memilih warna-warna tersebut. 
Begitu juga dengan saya. Ada alasan mengapa saya memilih warna dan motif-motif tersebut.
Pertama, pemilihan warna dasar atau background. Seperti yang saya tulis di atas, warna yang paling sering digunakan dalam batik Kalimantan Timur adalah merah, kuning, dan oranye. Lalu warna kuning dan oranye sendiri bermakna langit senja. Saya memilih tema ini karena suku Dayak, suku yang bermukim di pelosok Kalimantan Timur dapat diibaratkan sebagai langit senja. Walau sudah mau gelap, tidak ada yang menghalangi mereka untuk menunjukkan keindahannya. Sama seperti suku Dayak yang dikenal tak pernah lelah untuk beraksi, memamerkan keahliannya.
Kedua, motif bunga berwarna hitam putih. Saya terinspirasi dari burung enggang, burung khas Kalimantan. Ekornya berwarna hitam putih, karena itu saya memutuskan menggunakan warnanya agar motif batik saya tidak lepas dari unsur Kalimantan Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar